Minggu, 27 Desember 2015

Surabaya Koes Plus Night Edisi Akhir Tahun

   



        Senin, 21 Desember 2015 cuaca di Surabaya sepanjang hari seperti kurang bersahabat. Sepanjang pagi, siang, sore hingga malam hujan menitik tiada hentinya. Bahkan lambat laun makin deras tiada tampak akan berhenti. Waktu demi waktu berlalu tak kunjung reda hujan yang makin melanda membasahi bumi Kota Pahlawan. Kami bertiga semakin gelisah mengingat jam siaran sudah semakin mendekat.

            Memang benar, kami saat itu akan beranjak menuju lokasi radio tempat kami menyuarakan lagu-lagu Koes Plus. Radio Sonora Surabaya yang terletak di jl. Darmo Permai Utara menjadi tujuan utama kami malam itu. Kami saling berkirim kabar mengenai kondisi cuaca yang makin tidak menentu. Namun seperti kata orang kebanyakan “ show must go on”, kami pun segera berangkat dari rumah masing-masing. Sekitar pkl. 18.30 kami sudah beradu dengan ramainya kendaraan yang menerjang hujan. Memang jam acara siaran dimulai pkl. 21.00, namun kami sedari awal siaran sudah sepakat bahwa sebelum pkl. 20.00 harus sudah tiba di lokasi studio.

            Bukan apa-apa kami punya tekad seperti itu, namun kami kasihan juga kalau membuat sang penyiar dan pendengar harus kelabakan menunggu kami. Bagaimana pun ini adalah bentuk pengabdian dan kecintaan kami pada grup legendaris yang kami cintai yaitu Koes Plus. Sudah satu bulan kami bertiga yaitu Okky Rahardjo, Koesyanto dan Sam Sugeng menjadi narasumber tetap untuk acara Surabaya Koes Plus Night. Sementara pemandu tetapnya yaitu Dodik sebagai penyiar senior Radio Sonora Surabaya. Siaran ini berawal pada 15 November 2015 dan kali ini memasuki edisi ketujuh.

            Setelah menembus hujan yang masih terasa deras, kami bertiga pun tiba di parkir belakang Radio Sonora dengan selisih waktu yang masing-masing sekitar lima menitan. Usai mengeringkan pakaian dan tubuh yang tersiram hujan dan percikan banjir, kami mulai menapaki tangga menuju studio siaran. Mas Dodik menyambut kami sambil berbasa-basi menanyakan kabar dan kondisi cuaca di luar. Maklum, dia seharian berada di studio lantai tiga yang tertutup tembok tebal dan pendingin ruangan sehingga tidak terdengar bunyi hujan.

            Setelah bersalaman dengan Chandra selaku penyiar acara Sweet Memories yang memutar lagu-lagu era tahun 80an, maka kami mulai menduduki ruang siaran. Sebagaimana posisi semula, duduk di kursi operator sekaligus penyiar utama yaitu Dodik diikuti Okky, Koesyanto dan Sam Sugeng. Lagu pertama diputar yaitu Hidupku dari album Qasidahan Bersama Koes Plus. Usai lagu tersebut berkumandang, Dodik membuka siaran dengan menyapa ketiga narasumber yang hadir dan pendengar yang sudah siap di depan monitor radio masing-masing.

            Lagu kedua yang diputar yaitu Tiada Lagi Sakit yang ada pada album Natal Bersama Koes Plus. Memang siaran edisi kali ini sengaja mengawali dengan dua lagu bertema religi tersebut dikarenakan berkaitan dengan peringatan Maulid Nabi dan Natal yang tahun ini kebetulan berdekatan. Pada prolog awal kami menyampaikan alasan pemutaran lagu tersebut sambil tetap menyampaikan bahwa pemesanan lagu tetap bebas. 

Dodik selaku penyiar sempat bertanya pada kami mengenai alasan Koes Plus membuat album dengan tema religi. Kami pun menjawab bahwa saat itu hari Idul Fitri dan Natal juga berlangsung dalam waktu ayng dekat, sehingga hal ini dimanfaatkan oleh produser rekaman untuk meminta Koes Plus membuat kedua album religi yang berbeda aliran itu. Bahkan ikatan kontrak kedua album tersebut konon ada pada lembar kertas kontrak yang sama. Namun tentu saja Koes Plus melakukan hal tersebut semata dalam kapasitas mereka sebagai seniman.

 Lagu ketiga masih dari pilihan kami yaitu Hujan Angin dengan alasan memperingati hujan yang tiada berhenti sampai detik itu. Lagu ini kami ambil dari album Koes Plus yang bertajuk Album Cinta Nostalgia, ya supaya agak lain nuansanya. Lebih terdengar ringan di telinga dan nyaman untuk dinikmati dalam suasana malam itu yang masih sendu akibat ditimpa hujan merata di sekujur wilayah kota Surabaya.

            Request untuk pendengar mulai dibuka baik melalui telepon maupun SMS. Penelepon pertama bertanya apakah siaran kali itu khusus memutar lagu Qasidah dan Natal, kami tentu saja menjawab tidak. Request lagu Koes Plus tetap bebas, hanya saja pembukanya kedua lagu yang diambil dari album Qasidah dan Natal. Oleh karena merasa request bebas, maka pendengar tersebut memesan lagu Ibu dan Lagunja yang dikhususkan untuk memperingati hari ibu. Segera kami bertiga tersadar bahwa kami lupa kalau keesokan hari merupakan peringatan hari ibu. Segera kami memenuhi permintaan dengan memutar lagu karya Tonny Koeswoyo yang direkam dalam album Volume enam tersebut.

            Dodik pun penasaran dan bertanya, mengapa Koes Plus memiliki lagu yang bertemakan ibu. Kami pun menjawab bahwa lagu Ibu Dan Lagunja dibuat oleh mereka untuk mengenang Ibu Atmini, yaitu ibu dari ketiga personel klan Koeswoyo, yang meninggal saat belum melihat anak-anak mereka sukses dalam menyemarakkan blantika musik Indonesia dalam grup Koes Plus. Kami juga menyampaikan bahwa lagu bertemakan ibu ada beberapa judul yaitu diantaranya Doa Ibu dan Kata Ibu.

            Acara Surabaya Koes Plus Night malam itu berlangsung semarak dengan banyaknya pendengar yang memesan lagu baik secara telepon atau SMS. Bahkan saking antusiasnya, ada seorang ibu yang menelepon kala lagu sedang diputar. Menyadari bahwa telepon yang dilakukannya tidak diterima secara on air, maka ibu tersebut tidak melanjutkan pembicaraan lalu segera menutup telepon. Tak menyerah begitu saja, ibu ini pun memesan lagu melalui SMS yaitu Bisikan Di Hari Natal. Memang walaupun sejak awal kami sudah menyatakan tidak mutlak lagu Qasidah maupun Natal, tetapi tetap saja banyak yang menginginkan lagu Qasidah dan Natal diputar dalam acara yang berlangsung satu jam itu.

            Sekitar lima puluh SMS dan dua puluh penelepon menghiasi acara SKPN malam itu. Oh, jangan dibilang peminatnya sedikit dengan jumlah yang disebut di atas. Kalau kami membuka lebar durasi acara ini maka akan lebih banyak lagi yang berpartisipasi dalam acara yang masih berumur satu bulan ini. Namun kebijakan pimpinan radio tetap kami ikuti, oleh karena mereka menginginkan setelah acara SKPN versi lokal ini selesai langsung disambung The Legend Koes Plus versi nasional yang diudarakan dari Radio Sonora Pusat. Sehingga pendengar Koes Plus di Surabaya dan sekitarnya dimanjakan dengan tiga jam durasi acara Koes Plus.

            Menjelang pkl. 22.00, ketika SMS sudah penuh sesak dan tak mungkin lagi lagu permintaan dipenuhi semua, maka kami memutuskan untuk mengkahiri siaran malam itu. Usai mengucap salam “Jayalah Selalu Musik Indonesia...!!!”,  lagu Ya Allah dari album Qasidah menjadi pilihan terakhir untuk kami perdengarkan. Kami pun lega sudah bisa memenuhi permintaan beragam pendengar yang merupakan penggemar Koes Plus fanatik. Hal ini bisa kami nilai karena lagu-lagu yang dipinta sebagian besar bukanlah lagu yang populer di kalangan masyarakat umum. Kelegaan kami kedua yaitu karena di awal jumpa sebelum siaran tadi, Dodik menawarkan pada kami untuk senin depan tanggal 28 Desember siaran live diliburkan saja. Sebagai gantinya akan diputar play list lagu-lagu Koes Plus saja tanpa diisi request pendengar. Dan kami pun setuju saja, mengingat ada diantara kami yang harus mudik merayakan natal bersama keluarga.

            Terima kasih atas perhatian penggemar Koes Plus, khususnya pendengar acara Surabaya Koes Plus Night Radio Sonora Surabaya FM 98,0. Sampai jumpa di awal Januari dengan lagu-lagu Koes Plus yang siap memenuhi ruang dengar anda sekalian. Jayalah selalu musik Indonesia....!!!

( Okky T. Rahardjo, 085645705091, 5B32CC16 )


Tidak ada komentar:

Posting Komentar