Senin, 28 Juni 2010

Hubungan Usman Bersaudara dan Tonny Koeswoyo

         Usman Bersaudara yang terdiri atas personel Usman, Said, Sofyan dan Mamo merupakan grup musik asal Surabaya yang eksis di belantika musik tanah air pada pertengahan periode 1970an. Sekitar tahun 1976, mereka mengeluarkan album pertama yang berjudul Omong Kosong. Dalam album ini ada banyak lagu yang menjadi hits, antara lain Kasih Mama, Omong Kosong, Mandolin 2, Wulandari dan I Love You. Sebagian besar personel Usman Bersaudara ini adalah mantan personel No Koes jilid I yang juga sudah melahirkan banyak hits bersama Nomo Koeswoyo, sang pemimpin grup yang dulu sering disebut sebagai pesaing Koes Plus itu.

       Kali ini kami tidak banyak membahas mengenai Usman Bersaudara secara tersendiri, namun sebagai penggemar Koes Plus kita akan melihat bagaimana hubungan grup ini dengan Koes Plus. Selain sama-sama berasal dari Jawa Timur, bahkan Murry dan Usman Bersaudara sama-sama lahir di kota Surabaya, ternyata ada hubungan pribadi yang terjalin walaupun tidak secara langsung. 

       Usman sebagai saudara kandung tertua, secara pribadi sangat mengagumi Tonny Koeswoyo. Dalam beberapa lagu bisa kita lihat betapa Usman Bersaudara secara tidak langsung seakan berkiblat pada Koes Bersaudara dan Koes Plus. Ada kisah menarik seputar kekaguman terhadap Tonny Koeswoyo ini. Dalam beberapa kali penampilan diantaranya di Taman Ria Monas, Usman mencoba membawakan sebuah lagu karya Tonny. Doa Ibu menjadi pilihan lagu yang selalu dibawakan. Lagu yang direkam dalam album Koes Bersaudara era 1960an ini seakan menjadi lagu pilihan yang dibawakan di panggung selain karya mereka sendiri. Bahkan saking hormatnya pada Tonny Koeswoyo, sebelum membawakan lagu ini, Usman sampai harus memohon ijin pada penonton untuk membawakan lagu karya Tonny Koeswoyo ini. 

       Kekaguman pada Tonny Koeswoyo tidak hanya sebatas membawakan lagu karya pemimpin Koes Plus tersebut, namun bila kita lihat harmonisasi vokal Usman Bersaudara seakan mengingatkan kita pada duet abadi Yon dan Yok Koeswoyo. Tidak hanya berhenti di situ, bila kita mengingat Usman Bersaudara tentu pasti identik dengan sebuah karya yang berjudul Kasih Mama. Lagu yang ditujukan untuk ibu mereka ini menurut ceritanya, ternyata terinspirasi oleh lagu Doa Ibu. Hanya saja yang membuat lagu adalah Sofyan, pemain drum sekaligus lead vocal di Usman Bersaudara. 

      Konon ketika setiap membawakan lagu Kasih Mama, mereka berempat selalu mengalami rasa haru yang luar biasa. Setiap kali Said usai berteriak “ Mama….” Di bagian akhir lagu, mereka sering kali spontan terisak menangis di panggung. Bahkan Sofyan, penggebuk drum beberapa kali sampai terasa lemas saat duduk di kursi belakang drum. Hal ini membuat roadies show mereka sampai harus menopang Sofyan supaya tidak sampai terjatuh. 

       Doa Ibu seakan memiliki kesan tersendiri buat mereka. Pada sekitar tahun 1981 saat ulang tahun ibu mereka yang ke-62, di rumah Sofyan tempat berkumpulnya keluarga besar mereka di daerah Ciledug. Mereka mengadakan perayaan ulang tahun ibunda tercinta dengan menyanyikan lagu Doa Ibu ini dengan penuh penghayatan. Hingga usai lagu itu dibawakan, mereka tidak dapat menahan tangis terhadap orang tua yang membesarkan mereka secara single parent itu. Ayah mereka sudah lama meninggal di Surabaya sebelum sempat menyaksikan kesuksesan keempat bersaudara ini. Ibunda tercinta ini pun sudah meninggalkan dunia pada tahun 2001 yang lalu.

      Kekaguman pada Tonny Koeswoyo tidak hanya berhenti sebatas pada karya lagu, namun penghormatan secara pribadi juga dilakukan oleh Usman Bersaudara. Ketika Tonny Koeswoyo menderita penyakit kanker usus dan harus dirawat di RS Setia Mitra, Usman Bersaudara sempat membezuk sang maestro musik Pop Indonesia ini. Saat itu, beberapa wartawan sempat ingin menjenguk untuk menanyakan kabar terakhir perkembangan kesehatan Tonny Koeswoyo, namun tidak diijinkan untuk masuk oleh Yok Koeswoyo. Namun ketika personel Usman Bersaudara ini hadir, Yok memberikan ijin khusus untuk bisa melihat kondisi terakhir senior mereka itu. Hingga pada saat Tonny Koeswoyo meninggal dunia, Usman Bersaudara masih menyempatkan diri untuk melayat di rumah keluarga besar Koeswoyo.

      Tidak ada rasa iri, dendam maupun persaingan dari Usman Bersaudara terhadap Tonny Koeswoyo dan Koes Plus. Yang ada hanya rasa hormat yang tinggi dan mulia. Bahkan mereka seakan memposisikan diri sebagai adik yang harus banyak belajar dari kakak senior mereka di dunia musik pop Indonesia. 

     Demikian yang dapat kami sampaikan dari sedikit kisah hubungan antara Usman Bersaudara dan Tonny Koeswoyo. Mohon maaf bila ada kata dan kalimat yang kurang berkenan. Terima kasih. 

( Okky T. Rahardjo, Ketua JN Surabaya- 085645705091 )


Tidak ada komentar:

Posting Komentar