Rabu, 17 Maret 2010

Hari Minggu Koes Plus-an di Yogyakarta


Penggemar Koes Plus di Yogyakarta memang penuh antusias dan tidak diragukan lagi tingkat fanatiknya. Hal itu sudah banyak yang mengetahui, tetapi lebih menakjubkan lagi ketika kita berada di antara mereka. Salah seorang anggota Jiwa Nusantara Surabaya sempat membuktikan sendiri hal ini ketika ada kesempatan bertandang ke Yogya. Minggu, 14 Maret 2010 di Taman Parkir Wisata Ngabean Yogyakarta yang terletak di Alun-Alun Lor diadakan peluncuran band pelestari baru yaitu JY Plus (Joyo Plus), sebuah band yang terdiri dari anak-anak usia muda penggemar Koes Bersaudara dan Koes Plus. Acara berlangsung mulai pkl 08.00 dan berakhir menjelang maghrib. Saat itu lapangan dipenuhi oleh penggemar Koes Plus dari berbagai komunitas yang menjadi satu untuk memeriahkan acara.
Biasanya, pada setiap hari Minggu sore di lapangan itu diadakan latihan senam poco-poco dengan iringan lagu-lagu Koes Plus melalui media tape / cd. Tapi kali itu karena ada even khusus maka acara senam poco-poco dilakukan lebih awal dengan penampilan band pelestari secara live. Beberapa grup poco-poco hadir memeriahkan acara dengan berbagai macam gaya dan gerak sesuai lagu yang dimainkan oleh band pelestari yang tampil.
Puncak acara adalah sore hari saat tampilnya JY Plus yang berusaha menggoncang lokasi lapangan dengan menggeber lagu-lagu yang membawa pada nuansa nostalgia. Tidak mau kalah dengan band pelestari yang sebelumnya tampil, JY Plus memberikan nuansa yang lain dalam penampilannya. JY Plus sore itu selain mendendangkan lagu-lagu Koes Plus juga sempat membawakan lagu-lagu karya No Koes, diantaranya adalah Rindu, Perantauan dan Kulo Nuwun.
Acara sore itu menjadi hidup karena dibawakan oleh Handaka atau yang biasa dikenal dengan sebutan DJ Hand’s. Di kalangan penggemar Koes Plus Yogyakarta, nama DJ Hand’s tidak asing lagi karena sudah menjadi ikon khusus untuk menjadi pembawa acara even-even nuansa Koes Plus dan tembang kenangan. Even sore itu menjadi semakin semarak dengan hadirnya pak Suranto atau yang biasa dipanggil om Tok. Beliau adalah sesepuh penggemar Koes Plus di Yogya yang juga merupakan ketua komunitas senam poco-poco yang biasa berkasi di Ngabean. Om Tok sering tampil di panggung untuk memberi semangat dan berjoget bersama band pelestari yang tampil sehingga suasana menjadi gayeng.
Sore itu benar-benar menjadi ajang unjuk gigi bagi komunitas poco-poco. Ada berbagai warna seragam yang ditampilkan oleh komunitas poco-poco yang kebanyakan anggotanya adalah perempuan, baik usia muda maupun tua.
Even Koes Plus tidak hanya pada minggu sore di Ngabean, rasanya tidak lengkap hari Minggu di Yogyakarta bila tidak mampir di Cinema XXI yang terletak di Jl Urip Sumoharjo ( dulu jl Solo ). Café yang lokasinya terletak di deretan gedung bioskop itu pada hari Minggu malam, pkl 20.00 WIB biasanya menampilkan band pelestari tingkat atas di Yogyakarta. Pengisi band yang tampil adalah Hoss Band dan Jogja Plus yang secara rutin tampil bergiliran di café itu selama 2 jam.
Malam itu, 14 Maret 2010 yang mendapatkan giliran tampil adalah Jogja Plus. Jogja Plus tampil dengan penuh semangat menghadirkan lagu-lagu yang berirama riang, rancak dan nge-beat. Jemu, Kuingat Selalu, Hari Minggu dan Kolam Susu memanaskan suasana Yogya malam itu. Setelah tampil selama sekitar 1 jam, JP minta waktu istirahat sejenak. Di sela-sela break, personel JP sempat turun panggung menghampiri pengunjung yang hadir dan menyalami satu per satu sambil mengajak ngobrol singkat yang menimbulkan kesan akrab dan kekeluargaan.
Setelah itu berbagai lagu Koes Plus disuguhkan pada pengunjung yang disambut dengan respon bernyanyi bersama. Sesekali JP memberi kesempatan pada penonton yang mau bernyanyi di atas panggung. Pkl 22.00 WIB, pengunjung sudah hafal dengan situasi yang terjadi. Saat itu JP menyanyikan lagu karya Murry yaitu Kapan Lagi. Bila lagu itu didendangkan berarti pertunjukan sudah menjelang berakhir. Satu per satu pengunjung pulang dengan senyum yang puas dan senang karena dapat menikmati lagu-lagu Koes Plus secara original bahkan yang termasuk dalam kategori “tidak populer”.
Salut untuk komunitas penggemar Koes Plus Yogyakarta yang sana sudah berani mengubah image dari Jogja, Kota Gudeg” menjadi “Jogja, Kota Koes Plus”. Sebagaimana yang pernah disampaikan oleh teman-teman kolektor Koes Plus di Yogyakarta. Merdeka…!!!!











Komunitas Poco-Poco seragam biru




























Komunitas poco-poco seragam hitam




















Komunitas poco-poco seragam kuning

























Antusias penonton di Ngabean, Yogyakarta



















DJ Hand's bersama Om Tok (bertongkat)


























Suryanto, anggota JN Surabaya bernyanyi bersama Jogja Plus
"Aku Cinta Padamu".








Jogja Plus di Cinema XXI Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar